• 083849668628
  • mashuri58@gmail.com

Sukses ala Utsman Bin Affan r.a (Pemilik Hotel Utsman)

Sukses ala Utsman Bin Affan r.a (Pemilik Hotel Utsman)

Profil Singkat sahabat Utsman bin Affan

Sahabat Utsman bin Affan yang merupakan salah satu sahabat hidup baginda Nabi Muhammad SAW dari tiga sahabat beliau yaitu Abu Bakar As Siddiq ra, Umar Bin Khottob ra. dan Ali bin Abi Thalib ra. Beliau dilahirkan pada tahun 573 M dari sebuah keluarga kaya raya yang bersuku Quraisy, Bani Umayyah. Beliau memiliki nama panjang Utsman bin Affan al-Umawi al-Quraisyi. Beliau biasa di panggil dengan nama Abu Abdillah atau Abu ‘Amr. Beliau masuk Islam dikenalkan oleh Abu Bakar As Shiddiq dan termasuk golongan As-Sabiqun al-Awwalun (golongan yang pertama-tama masuk Islam). Nenek moyang beliau bernasab kepada baginda Nabi Muhammad SAW pada generasi ke-5. sebelum masuk Islam, beliau dipanggil dengan sebutan Abu ‘Amr dan memiliki gelar Dzunnurain (memiliki dua cahaya), karena menikahi 2 Putri Nabi SAW, yaitu Ruqoyah dan Ummi Kultsum tidak dalam waktu yang bersamaan dengan kondisi yang berbeda kala itu.

Ayah beliau bernama Affan bin Abi al-‘As , dari suku bani Umayyah, dan ibu yang bernama Arwa binti Kurayz , dari Abdshams , kedua suku kaya dan terpandang Quraish di Mekah. Sahabat Utsman bin Affan merupakan kerabat dekat dari Abu Sufyan (ayah Muawiyah pendiri Dinasti Umayyah). dan juga sahabat Nabi SAW yang pandai membaca serta menulis. 

Beliau Sahabat Utsman bin Affan diangkat menjadi khalifah oleh Majelis Syuro kala itu. Bakat kepemimpinannya telah terlatih karena beliau berpengalaman memimpin usaha dagang ternak dan beliau merupakan pengusaha besar kala itu. Namun beliau tetap rendah hati dan sangat dermawan sehingga beliau dijuluki sebagai Bapak Zuhud.

Tips dan Trik Bisnis ala Sahabat Utsman bin Affan

1. Menjalankan Corporate Social Responsibility dengan tangguh

sumur peninggalan Utsman bin Affan yang dipakai sampai saat ini

Inilah kunci kesuksesan seorang sahabat Nabi SAW. Para usahawan dari golongan sahabat tidak hanya berdagang untuk diri sendiri, tetapi juga menjalankan kewajiban berbagi terhadap sesama. Beliau menunjukan pada saat mensupport mobilisasi kaum muslimin dalam Perang tabuk yang membutuhkan pendanaan yang luar biasa. Disebutkan pada hari itu, Utsman bin Affan menginfakkan harta bendanya kurang lebih 900 ekor unta lengkap dengan peralatan perangnya, 100 ekor kuda perang berserta peralatannya, 200 kantong emas, dan ditambah uang tunai sebesar 1.000 dinar (Nilai 1 dinar pada zaman Rasulullah setara dengan 10 dirham, adapun 1 dinar = 4,25 gram emas atau 2 juta rupiah pada zaman ini). Sungguh jumlah yang amat besar dan membuat Rosululloh SAW kagum, hingga beliau pun berujar, “Sungguh tidak ada lagi yang akan membahayakan Utsman setelah hari ini”

2. Menunjukkan Diferensiasi

hotel Utsman bin Affan kelas bintang 5 di Arab Saudi

Diferensiasi produk (product differentiation) adalah proses pembedaan suatu produk atau jasa untuk membuatnya lebih menarik terhadap suatu pasar sasaran tertentu. Pembedaan tersebut dilakukan baik terhadap produk kompetitor maupun terhadap produk lain dari produsen produk itu sendiri. Dalam waktu yang singkat, beliau sudah menunjukkan diferensiasinya dan menyediakan jasa pemasok dan produk. Anti riba dan kejujuran adalah dua dari beberapa banyak prinsip dalam Islam lainnya yang beliau miliki.

3. Tidak Mudah Percaya dengan Makelar

Ilustrasi Utsman bin Affan yang tidak mudah dihancurkan

Suatu hari, di kota Madinah dilanda paceklik yang amat dasyat. Tidak ada makanan yang dapat dikonsumsi masyarakat. persediaan bahan makanan didaerah tersebut sangat tergantung distribusi dari wilayah lain. dikabarkan, sebuah kafilah besar milik pengusaha Utsman bin Affan yang membawa bahan makanan akan segera tiba dari Syam (Persia), para makelar berusaha mencegah dan merayu pemilik kafilah tersebut untuk menjual barang dagangannya kepada mereka. 

seorang makelar yang mencegat lebih awal berkata “kami siap membeli barang daganganmu dengan harga dua kali lipat”. Utsman pun enggan menjuallny. dengan tegas beliau mengatakan, “Ada penawaran yang lebih tinggi dari itu”.

Pembeli kedua ada yang berusaha meningkatkan harga tawarannya dengan mengatakan pihaknya siap membeli empat kali lipat. Lagi-lagi, Utsman dengan tegas mengatakan “Ada penawaran yang lebih tinggi dari itu”. sampai kepada pembeli yang berani menawar paling tinggi, yaitu sepuluh kali lipat. Lagi-lagi Utsman mengatakan hal yang sama bahwa ada penawaran yang lebih tinggi dari itu. 

mereka pun menegaskan, “Siapa lagi yang berani membeli lebih dari tawaran yang kami sampaikan, tidak ada penjual lagi di toko Madinah”. Utsman bin Affan yang terkenal sebagai seorang sahabat yang dermawan dan memiliki sifat pemalu yang sangat tinggi ini berkata, “Allah SWT memberi tawaran tujuh ratus kali lipat”, ujarnya. beliau kemudian membagikan bahan makanan yang sangat dibutuhkan kepada masyarakat Madinah.

Dari cerita ini, Utsman bin Affan memberikan contoh agar tidak mudah percaya kepada makelar dan bagaimana seorang pengusaha berbuat ketika masyarakatnya lagi membutuhkan. Dengan ikhlas membagi-bagikan barang yang amat dibutuhkan masyarakat tersebut, dan bukan menyimpannya.

Harta yang Ditinggalkan
ilustrasi kunci emas seperti kekayaan Utsman yang tidak habis sampai sekarang

Sahabat Utsman bin Affan memiliki asset senilai 151.000 Dinar plus 1.000 Dirham, mewariskan properti sepanjang ‘Aris dan Khaibar. Beliau juga memiliki Sumur Oasis senilai 200.000 Dinar atau Rp 240 Miliar.

Dalam Riwayat lain, harta Utsman bin Affan meliputi :

  1. Tarikah 1 (Tunai) : 30 Juta Dirham
  2. Tarikah 2 (Tunai) : 150.000 Dinar
  3. Sedekah : 200.000 Dinar
  4. Unta : 1.000 Ekor

(Sumber: al-Bidayah wa an-Nihayah, juz 7, hal. 214, Ibn Katsir.)

Jika di Rupiahkan :
  1. Tarikah 1 (Tunai) : Rp 1.845.690.000.000,-
  2. Tarikah 2 (Tunai) : Rp 291.219.750.000,-
  3. Sedekah : Rp 388.293.000.000,-
  4. Unta : Rp 7.740.000.000

Total seluruhnya Rp. 2.532.942.750.000,- (Dua Triliun lima ratus tiga puluh dua miliar, sembilan ratus empat puluh dua juta tujuh ratus lima puluh ribu Rupiah).

Perhitungan diatas bisa jadi lebih kecil dari realitanya karena beberapa asset dan sedekah yang tidak dimasukkan seperti :

  • Pembelian lahan untuk Sumur Raumah semilai 20.000 Dirham
  • Hibah 950 Unta untuk perlengkapan perang Tabuk/’Usrah.
  • Aset tanah (Dhiya’) dan kuda yang jumlahnya sangat banyak (tarikh ibn Khaldun, jil 1).
  • Hal yang mencengangkan, diakhir masa kekhalifaan beliau dan hidupnya, harta yang dimiliki Utsman r.a hanya tersisa dua ekor Unta saja. Semuanya dinafkahkan untuk kesejahteraan umat. bahkan Beliau pun tidak mau menerima tunjangan dan gaji dari Baitul Mal.

Dalam berbisnis beliau selalu menerapkan keuntungan yang menguntungkan kedua belah pihak dibuktikan ketika beliau berdagang properti. Beliu juga memiliki kebun kurma yang ada di pengawasan pemerintahan arab saudi saat ini yang mana hasil kebunnya diperuntukkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin serta sebagiannya di tabung sebagai tabungan Utsman di rekening Bank yang saat ini di bawah pengawasan Departement Pertanian Arab Saudi. Hasil dari rekening beliau cukup untuk membeli sebidang tanah dan membangun hotel bintang 5 yang cukup besar di salah satu tempat yang strategis dengan masjid Nabawi.

Hotel Utsman bin Affan dengan kelas bintang 5 saat ini banyak sekali pengunjung sehingga dihitung omset pertahunnya sekitar RS 50 juta real saudi. Hal ini benar -benar bukti kalau berdagang dengan mengharap ridho Allah SWT selalu menguntungkan dan tidak akan merugi. Ini adalah salah satu bentuk pahalanya selalu mengalir walaupun orangnya sudah lama meninggal.

misbahuddin mashuri

Blog yang akan selalu memberikan info yang bermanfaat

2 thoughts on “Sukses ala Utsman Bin Affan r.a (Pemilik Hotel Utsman)

syaikhu muchsinPosted on  4:10 pm - Nov 13, 2019

Sungguh keren

Leave your message